21 September 2026
Gigitan
dapat menyebabkan jaringan lunak di dalam mulut mengalami luka. Pada sebagian
orang, luka akibat trauma tersebut kemudian tampak seperti sariawan, terutama
jika permukaannya mengalami iritasi selama proses penyembuhan. Cedera akibat
menggigit pipi, bibir, atau bagian dalam mulut memang termasuk salah satu hal
yang dapat memicu munculnya ulkus mulut.
Setelah
tergigit, area yang terluka tidak selalu langsung terasa sangat sakit. Namun,
karena letaknya berada di dalam mulut, luka dapat kembali bergesekan dengan
gigi ketika mengunyah atau berbicara. Makanan pedas, asam, terlalu asin, atau
bertekstur kasar juga dapat membuat rasa perih semakin kuat.
Gigitan
tidak hanya dapat mengenai satu bagian mulut. Area yang mengalami sariawan karena tergigit biasanya bergantung pada
posisi saat mengunyah atau berbicara.
Pipi
bagian dalam cukup sering tidak sengaja tergigit ketika mengunyah makanan,
terutama jika makan terlalu cepat. Setelah terluka, area tersebut dapat terasa
perih ketika kembali terkena gigi atau makanan.
Jika
luka berada di titik yang sama berulang kali, perhatikan apakah ada gigi yang
posisinya membuat bagian pipi mudah tergigit. Gigi yang tajam atau permukaan
tambalan yang kasar juga dapat menyebabkan iritasi berulang pada jaringan
mulut.
Bagian
ini bisa tergigit ketika sedang makan ataupun berbicara. Luka di area ini
biasanya terasa nyeri ketika bibir bergerak atau terkena makanan. Selama luka
masih dalam tahap pemulihan, hindari kebiasaan menyentuh atau menggigit bagian
tersebut kembali.
Lidah
dapat tergigit ketika mengunyah atau berbicara, terutama saat gerakan mulut
berlangsung terlalu cepat. Luka di lidah akibat
tergigit bisa mengakibatkan rasa perih, itu karena lidah akan terus
bergerak saat berbicara maupun makan.
Luka
pada lidah juga dapat muncul setelah terkena gigi yang tajam atau makanan
panas. Jika luka berada di tempat yang sama dan terus teriritasi, sumber
gesekannya sebaiknya diperhatikan.
Cara menyembuhkan sariawan karena tergigit bukan dengan terus menyentuh atau mengikis bagian yang
terluka, tetapi dengan mengurangi pemicu yang membuatnya semakin sakit.
Hindari
menyikat terlalu keras di sekitar area sariawan
karena tergigit tidak semakin teriritasi dan gunakan sikat gigi berbulu
lembut. Berkumur dengan air garam juga dapat menjadi pilihan sederhana untuk
membantu menjaga kebersihan mulut.
Untuk
sementara, pilih makanan yang lebih mudah dikunyah dan tidak terlalu panas.
Hindari makanan pedas, asam, terlalu asin, serta makanan keras atau renyah
karena dapat memperparah rasa perih pada luka.
Makan
secara perlahan juga penting agar area yang sama tidak kembali tergigit. Jika
luka terasa sangat sensitif, makanan dengan suhu lebih sejuk dapat terasa lebih
nyaman.
Untuk
luka atau sariawan di dalam mulut yang terasa perih, Aloclair Plus dapat
digunakan sebagai pilihan pendukung untuk membantu melindungi area tersebut.
Produk ini membentuk lapisan pelindung pada lesi sehingga membantu mengurangi
gangguan akibat makanan, minuman, tekanan, dan gesekan.
Aloclair
Plus tersedia dalam bentuk gel, spray, dan mouthwash. Untuk area yang lebih
spesifik dan sulit dijangkau, seperti bagian bawah lidah atau bagian dalam
pipi, bentuk gel dapat membantu mengaplikasikan produk langsung pada area yang
membutuhkan perlindungan. Penggunaan sebaiknya tetap mengikuti petunjuk pada
kemasan.
Luka
ringan di dalam mulut umumnya dapat membaik dengan sendirinya. Sariawan pada
umumnya sembuh dalam satu hingga dua minggu, meskipun lama penyembuhan dapat
berbeda tergantung ukuran luka dan tingkat iritasinya.
Jika
luka terus tergesek karena gigi yang tajam atau kebiasaan menggigit area yang
sama, proses pemulihannya dapat terganggu. Karena itu, selain merawat lukanya,
penting untuk menghindari penyebab yang membuat area tersebut kembali terluka.
Tidak
semua luka setelah tergigit perlu diperiksakan. Namun, sebaiknya konsultasikan
kepada dokter gigi atau tenaga kesehatan jika luka tidak kunjung sembuh,
semakin besar, mudah berdarah, semakin merah dan nyeri, atau sampai mengganggu
makan dan minum.
Lakukan
pemeriksaan saat luka sering muncul kembali atau selalu ada di lokasi yang
sama. Bisa jadi terdapat sumber iritasi seperti gigi tajam, tambalan kasar,
atau masalah lain yang perlu ditangani agar luka tidak terus berulang.
Dengan
mengurangi gesekan, menjaga kebersihan mulut, memilih makanan yang tidak
mengiritasi, dan melindungi area yang terluka, sariawan
karena tergigit dapat dirawat dengan
lebih nyaman sambil menunggu proses pemulihan.
Kenapa setelah tergigit bisa muncul sariawan?
Luka
karena gigitan bisa terus teriritasi oleh gigi, makanan, atau gerakan mulut
sehingga tampak dan terasa seperti sariawan.
Apakah luka karena tergigit bisa sembuh sendiri?
Bisa.
Luka ringan umumnya membaik dengan sendirinya. Sariawan biasanya sembuh dalam
satu hingga dua minggu.
Apa yang sebaiknya dihindari setelah tergigit?
Hindari
makanan pedas, asam, terlalu asin, panas, serta makanan keras atau renyah yang
dapat membuat luka semakin perih.
Kapan luka akibat tergigit perlu diperiksa?
Periksakan
jika luka tidak kunjung sembuh, semakin besar atau nyeri, mudah berdarah,
sering kambuh, atau bertahan lebih dari tiga minggu.