13 August 2026
Sariawan umumnya berupa luka kecil berbentuk
bulat atau oval dengan bagian tengah berwarna putih, kekuningan atau
keabu-abuan dan bagian tepinya kemerahan. Luka bisa terasa perih, terutama saat
terkena makanan pedas, asam, asin atau makanan yang keras.
Sariawan di gusi
belakang gigi geraham perlu diperhatikan. Area tersebut cenderung sulit
dijangkau saat menyikat gigi sehingga sisa makanan dan plak lebih mudah
menumpuk. Jika keluhan disertai gusi bengkak, perdarahan, bau mulut atau nyeri
pada gigi, penyebabnya bisa saja bukan sariawan biasa.
Ada beberapa kemungkinan yang bisa menjadi penyebab sariawan di gusi
belakang.
Luka kecil bisa terjadi saat jaringan mulut
mengalami gesekan atau cedera. Misalnya, tak sengaja menggigit bagian dalam
mulut, menyikat gigi terlalu keras atau mengonsumsi makanan dengan tekstur
tajam seperti keripik.
Makanan yang pedas dan asam tak selalu
menjadi penyebab utama sariawan, namun bisa memperparah rasa perih pada luka
yang sudah ada. Oleh karena itu, menghindari makanan pemicu sementara waktu bisa
membuat proses penyembuhan terasa lebih nyaman.
Jika rasa sakit terasa di bagian paling
belakang, di sekitar geraham terakhir, gigi bungsu bisa menjadi salah satu penyebabnya.
Gigi bungsu bisa tumbuh sebagian atau terhalang karena ruang di rahang tidak
mencukupi.
Kondisi ini bisa membuat makanan dan bakteri
lebih mudah terjebak di sekitar gigi. Akibatnya, gusi di sekelilingnya dapat
mengalami peradangan yang disebut perikoronitis. Gejalanya bisa berupa
nyeri dan pembengkakan di belakang mulut, rasa tidak enak di mulut hingga
kesulitan membuka mulut.
Jangan langsung menganggap setiap rasa perih
di belakang mulut sebagai sariawan. Gusi yang meradang biasanya tampak merah,
bengkak, terasa sakit dan mudah berdarah saat menyikat gigi. Kondisi ini bisa
berkaitan dengan penumpukan plak. Jika tak ditangani, penyakit gusi bisa
berkembang dan menyebabkan masalah yang lebih serius.
Gigi berlubang, retak atau mengalami infeksi
juga dapat menimbulkan rasa sakit yang terasa sampai area gusi di sekitarnya.
Infeksi gigi bahkan bisa berkembang menjadi abses, yang biasanya disertai nyeri
berdenyut, pembengkakan, demam atau rasa tidak enak di mulut.
Jadi, ketika sariawan di gusi belakang tak kunjung membaik atau justru disertai sakit gigi, pemeriksaan dokter
gigi diperlukan untuk memastikan sumber masalahnya.
Jika luka tampak seperti sariawan ringan dan
tidak disertai gejala lain, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk
mengurangi rasa tidak nyaman.
Area belakang gigi geraham perlu mendapat
perhatian lebih karena lokasinya sulit dijangkau. Jika ada gigi bungsu yang
tumbuh sebagian, pembersihan di sekitarnya juga penting untuk mengurangi
penumpukan sisa makanan.
Tetap bersihkan gigi dan mulut meskipun area
yang terluka terasa sensitif. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan hindari
menyikat luka secara agresif.
Berkumur menggunakan air garam hangat dapat
menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu menjaga kebersihan area mulut
dan meredakan rasa tidak nyaman. Jangan menelan larutan tersebut setelah
berkumur.
Untuk sementara, pilih makanan yang lembut
dan tak terlalu pedas, asam, asin atau keras. Makanan renyah seperti keripik juga
bisa menggesek luka sehingga rasa sakit semakin terasa.
Produk pereda nyeri atau obat oles untuk sariawan gusi belakang bisa membantu mengurangi
rasa sakit pada sebagian orang. Namun, jika luka berulang, berukuran besar atau
sulit sembuh, sebaiknya konsultasikan penggunaannya pada dokter atau dokter
gigi. Sariawan yang berat dan menetap terkadang membutuhkan obat khusus.
Sariawan biasa umumnya membaik dalam satu
hingga dua minggu. Jika luka bertahan selama dua minggu atau lebih, sering
kambuh, berukuran sangat besar atau rasa sakitnya sulit dikendalikan, sebaiknya
lakukan pemeriksaan.
Pemeriksaan juga penting apabila sariawan di gusi belakang dekat
geraham disertai
kondisi gusi yang sangat bengkak, sakit gigi, keluar nanah, demam, bau atau
rasa tidak enak yang menetap ataupun kesulitan membuka mulut.
Khusus pada area gigi bungsu, pembengkakan
pada wajah atau leher, kesulitan menelan atau kesulitan bernapas membutuhkan
pertolongan medis segera karena bisa menjadi tanda infeksi yang lebih serius.
Rasa perih di dekat gigi geraham memang bisa
berasal dari sariawan sederhana dan umumnya membaik dengan sendirinya. Namun,
lokasi tersebut juga berdekatan dengan gigi bungsu dan jaringan gusi yang
rentan mengalami peradangan.
Oleh karena itu, perhatikan perubahan ukuran
luka, pembengkakan, sakit gigi serta lamanya keluhan. Jika sariawan di gusi belakang tak kunjung sembuh atau muncul bersama gejala yang mengkhawatirkan,
pemeriksaan dokter gigi adalah langkah yang paling tepat untuk mengetahui
penyebabnya.
Apakah sariawan bisa muncul di gusi?
Bisa. Sariawan dapat muncul di berbagai
jaringan lunak dalam mulut, termasuk area yang berdekatan dengan gusi.
Apakah sariawan di belakang gigi pasti karena
gigi bungsu?
Tidak. Keluhan juga bisa disebabkan sariawan,
iritasi, radang gusi, gigi berlubang atau masalah lain di sekitar gigi geraham.
Berapa lama sariawan biasanya sembuh?
Sariawan ringan umumnya sembuh sendiri dalam
satu hingga dua minggu. Jika lebih lama, sebaiknya diperiksa.
Apakah gigi bungsu bisa membuat gusi belakang
sakit?
Bisa. Gigi bungsu yang tumbuh sebagian atau
tidak memiliki ruang cukup bisa menyebabkan peradangan gusi di sekitarnya dan
memicu nyeri.